TUGAS SEJARAH INDONESIA

Rifki Ahmad Darmawan (28) & Alvi Viony (3)
XI IPA 2

MASA PENJAJAHAN JEPANG KE INDONESIA


A. AWAL KEDATANGAN JEPANG KE INDONESIA

    Awal kedatangan Jepang ke Indonesia berawal dari keinginan mereka untuk mendirikan Persemakmuran Asia Timur Raya. Keinginan ini ditunjukkan melalui serangan Jepang ke pangkalan militer Amerika Serikat di Pearl Harbour, Kepulauan Hawaii pada 8 Desember 1941. Jepang bertujuan untuk menaklukkan Asia Pasifik.

    Dikutip dari Kemdikbud, pindah tangan penjajahan atas Indonesia dari Belanda kepada Jepang disepakati dalam perjanjian Kalijati. Setelah penyerahan kekuasaan itu, Jepang dapat menarik hati rakyat Indonesia, bahkan disambut gembira. Apa penyebabnya? Penyebabnya adalah setelah menandatangani penyerahan kekuasaan, Jepang mulai menggunakan data-data intelijen untuk membuat propaganda yang bisa menarik simpati rakyat.

    Maka, di awal kedatangannya Jepang bisa dengan cepat mengerti budaya lokal dan menghubungkan segala peristiwa sebagai dampak dari hal-hal yang bersifat metafisis. Contohnya, Jepang menggunakan ramalan Jayabaya tentang datangnya bangsa kulit kuning yang akan mengusir bangsa kulit putih.

    Propaganda lainnya adalah, Jepang menyebut diri mereka sebagai saudara tua bagi Indonesia. Setelah itu lahir gerakan 3A, yaitu Jepang Cahaya Asia, Jepang Pelindung Asia, dan Jepang Pemimpin Asia. Di tulisan Tugiyono dkk., Jepang memberikan pernyataan berikut ini di setiap kesempatan :

1. Indonesia-Nippon berada di kedudukan yang sederajat.

2. Jepang adalah saudara tua bangsa Indonesia.

3. Jepang akan memimpin Asia untuk membangun Asia Timur Raya.

4. Bendera Merah Putih boleh dikibarkan berdampingan dengan bendera Hinomaru. Selain itu, lagu Indonesia Raya boleh dinyanyikan bersama Kimigayo.


B. FAKTOR YANG MENDORONG JEPANG MELAKUKAN KOLONIALISME & IMPERIALIS
    
    Sebelum masuk ke faktor, kia harus tahu terlebh dahulu apa artinya kolonialisme dan imperialisme. Kolonialisme adalah upaya suatu kelompok atau negara untuk menguasai suatu wilayah di luar wilayah atau negaranya sendiri. Sedangkan imperialisme adalah politik untuk menguasai negara lain 

    Adapun faktor - faktor yang mendorong Jepang melakukan kolonialisme dan imperialisme, yaitu :

1. Wilayah Jepang yang tidak cukup luas dan miskin sumber daya alam

Karena wilayahnya yang kecil dan SDA yang sangat terbatas, maka  Jepang berniat untuk memperbesar daerah kekuasaanya serta mengambill SDA yang ada di wilayah - wilayah lain seperti Indonesia yang kaya akan SDAnya.



2. Adanya perkembangan industri yang sangat pesat dan membutuhkan daerah pasar serta bahan mentah
Karena Jepang adalah negara yang memiliki banyak industri maju, maka mereka membutuhkan pasar untuk menjajahkan dagangannya serta Jepang juga membutuhkan bahan mentah atau bahan baku yang melimpah dari daerah lain.

3. Meningkatnya angka penduduk yang begitu cepat

Jumlah kelahiran di Jepang sangat tinggi dan hal itu menjadi masalah bagi Jepang karena wilayah negaranya yang sempit tidak bisa lagi menampung banyak masyarakat dan salah satu opsinya adalah mengimigrasikan rakyatnya ke wilayah lain.

4. Adanya pembatasan imigran Jepang yang dilakukan oleh negara - negara Barat
Karena Jepang adalah salah satu negara dengan jumlah angka kelahiran terbanyak saat itu, akhirnya Jepang memutuskan mengimigrasikan rakyatnya ke negara lain, tetapi dibatasi oleh negara - negara Barat yang dikarenakan mereka takut jika hal ini adalah suatu rencana Jepang untuk menyerang mereka.

5. Pengaruh ajaran Shinto mengenai Hakko I Chi-u atau dunia sebagai keluarga yang dimana Jepang terpanggil untuk memimpin bangsa - bangsa di dunia Asia - Pasifik

Shinto adalah salah satu agama di Jepang yang mempercayai bahwa negara Jepang adalah negara pemimpin yang dimana Jepang harus menaklukan semua negara di belahan Asia - Pasifik.




6. Jepang ingin menjadi negara besar yang dimana sejajar dengan negara - negara besar seperti Amerika Serikat, Inggris, Jerman dan Prancis.
Walaupun Jepng memiliki wilayah yang kecil, namun mereka ingin menjadi negara besar dengan cara menguasai dan menaklukan berbagai negara - negara kecil lainnya.


C. KEHIDUPAN SOSIAL POLITIK EKONOMI BUDAYA INDONESIA PADA MASA JEPANG

    Pada masa penjajahan Jepang, Indonesia juga memiliki kehidupan baik itu di bidang sosial, politik, ekonomi, serta budaya. Berikut beberapa gambaran kehidupan bangsa Indoneisa hidup di masa penjajahan Jepang :

1. Aspek Sosial

    Pemerintahan Jepang saat itu mencetuskan kebijakan tenaga kerja romusha. Mungkin kamu sudah sering dengar kalau romusha adalah sistem kerja yang paling kejam selama bangsa Indonesia ini dijajah. Tetapi, pada awalnya pembentukan romusha ini mendapat sambutan baik dari rakyat Indonesia, justru banyak yang bersedia untuk jadi sukarelawan. Namun semua itu berubah ketika kebutuhan Jepang untuk berperang meningkat.

    Pengerahan romusha menjadi sebuah keharusan, bahkan paksaan. Hal tersebut membuat rakyat kita menjadi sengsara. Kamu bayangin aja, rakyat kita dipaksa membangun semua sarana perang yang ada di Indonesia. Selain di Indonesia, rakyat kita juga dikerjapaksakan sampai ke luar negeri. Ada yang dikirim ke Vietnam, Burma (sekarang Myanmar), Muangthai (Thailand), dan Malaysia. Semua dipaksa bekerja sepanjang hari, tanpa diimbangi upah dan fasilitas hidup yang layak. Akibatnya, banyak dari mereka yang tidak kembali lagi ke kampung halaman karena sudah meninggal dunia.

Kerja paksa Romusha di Indonesia (Sumber: www.omucu.com)

    Selain romusha, Jepang juga membentuk Jugun Ianfu. Jugun Ianfu adalah tenaga kerja perempuan yang direkrut dari berbagai Negara Asia seperti Indonesia, Cina, dan korea. Perempuan-perempuan ini dijadikan perempuan penghibur bagi tentara Jepang. Sekitar 200.000 perempuan Asia dipaksa menjadi Jugun Ianfu.

2. Aspek Budaya

    Pemerintahan Jepang pernah mencoba menerapkan kebudayaan memberi hormat ke arah matahari terbit kepada rakyat Indonesia. Dalam masyarakat Jepang, kaisar memiliki tempat tertinggi, karena diyakini sebagai keturunan Dewa Matahari. Jepang berusaha menerapkan nilai-nilai kebudayaannya kepada bangsa Indonesia, tetapi langsung mendapat pertentangan dan perlawanan dari masyarakat di Indonesia. Bangsa kita ini hanya menyembah Sang Pencipta, yaitu Tuhan Yang Maha Esa mana mungkin setuju memberi hormat dengan membungkukkan punggung dalam-dalam (seikerei) ke arah matahari terbit.

    Dahulu, para seniman dan media pers kita tidak sebebas sekarang. Pemerintahan Jepang mendirikan pusat kebudayaan yang diberi nama Keimin Bunkei Shidoso. Lembaga ini yang kemudian digunakan Jepang untuk mengawasi dan mengarahkan kegiatan para seniman agar karya-karyanya tidak menyimpang dari kepentingan Jepang. Bahkan media pers pun berada di bawah pengawasan pemerintahan Jepang.

3. Aspek Pendidikan

    Sistem pendidikan Indonesia pada masa pendudukan Jepang berbeda dengan masa pemerintahan kolonial Hindia-Belanda. Pada masa pendudukan Jepang, semua kalangan dapat mengakses pendidikan, sedangkan masa Hindia-Belanda, hanya kalangan atas (bangsawan) saja yang dapat mengakses. Akan tetapi, sistem pendidikan yang dibangun oleh Jepang itu memfokuskan pada kebutuhan perang. Meskipun akhirnya pendidikan dapat diakses oleh semua kalangan, tetapi secara jumlah sekolahnya menurun sangat drastis, dari semulanya 21.500 menjadi 13.500.

4. Aspek Ekonomi

    Sewaktu Indonesia masih di bawah penjajahan Jepang, sistem ekonomi yang diterapkan adalah sistem ekonomi perang. Saat itu Jepang merasa penting untuk menguasai sumber-sumber bahan mentah dari berbagai wilayah Indonesia. Tujuan Jepang melakukan itu, untuk menghadapi Perang Asia Timur Raya, Squad. Wilayah-wilayah ekonomi yang sanggup memenuhi kebutuhannya sendiri atau yang diberi nama Lingkungan Kemakmuran Bersama Asia Timur Raya, merupakan wilayah yang masuk ke dalam struktur ekonomi yang direncanakan oleh Jepang. Kalau di bidang moneter, pemerintah Jepang berusaha untuk mempertahankan nilai gulden Belanda. Hal itu dilakukan agar harga barang-barang dapat dipertahankan sebelum perang.

5. Aspek Politik dan Militer

    Pada masa pendudukan Jepang, pemerintah Jepang selalu mengajak bekerja sama golongan-golongan nasionalis. Hal ini jelas berbeda dibandingkan pada masa pemerintahan Hindia-Belanda. Saat itu golongan nasionalis selalu dicurigai. Golongan nasionalis mau bekerja sama dengan pemerintahan Jepang karena Jepang banyak membebaskan pemimpin nasional Indonesia dari penjara, seperti Soekarno, Hatta, dan juga Sjahrir.

    Kenapa Jepang mengajak kerja sama golongan nasionalis Indonesia? Karena Jepang menganggap bahwa golongan nasionalis ini memiliki pengaruh besar terhadap masyarakat Indonesia. Saat itu, Wakil Kepala Staf Tentara Keenam Belas, Jenderal Harada Yosyikazu, bertemu dengan Hatta untuk menyatakan bahwa Jepang tidak ingin menjajah Indonesia, melainkan ingin membebaskan bangsa Asia. Karena itulah Hatta mererima ajakan kerja sama Jepang. Akan tetapi, Sjahrir dan dr. Tjipto Mangunkusumo tidak mererima tawaran kerja sama Jepang.

    Namun, kemudian Jepang mengeluarkan undang-undang yang terkait pada bidang politik yang justru banyak merugikan bangsa Indonesia. Beberapa di antaranya:




Sumber 1 :
https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5857818/awal-kedatangan-jepang-ke-indonesia-mengapa-rakyat-sempat-menyambut-gembira

Sumber 2 :
https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-6076910/apa-itu-kolonialisme-simak-tujuan-dan-masa-perkembangannya

Sumber 3 :
https://www.ayovaksindinkeskdi.id/pengertian-imperialisme/

Sumber 4 :
https://brainly.co.id/tugas/1178556

Sumber 5 :
https://www.ruangguru.com/blog/kehidupan-bangsa-indonesia-masa-pendudukan-jepang

Komentar